Penulis Edytorial S,Pd. SD Negeri 174/III Sungai Asam,Kerinci Sumber : guru penggerak dan Berto
Secara umum ada dua tahapan tahapan penting yang harus dilakukan sebagai seorang Guru dalam upaya mengimplementasikan kurikulum merdeka pada proses pembelajaran.
Pertamaa : ASESMEN DIAWAL PEMBELAJARAN
Adapun tujuan dalam melaksanakan asesmen diawal pembelajaran adalah,untuk mengidentifikasi kompetensi, kemampuan,serta daya terima,daya telaah yang dimiliki oleh murid sehingga guru mampu menentukan hal apa yang harus ditingkatkan dalam proses pembelajaran kedepanya, kegiatan pembelajaran yang bagai mana yang tepat digunnakan yang sesuai dengan kompetensi dan kondisi peserta didiknya dengan mempertimbangkan daya dukung yang tersedia serta kondisi lingkungan pada saat kegiatan pembelajaran dimulai.
Hasil dari asesmen awal ini akan digunakan sekolah dan guru, pendidik sebagai rujukan dalam merencanakan pembelajaran sesuai dengan tahapan capain serta karakteristik peserta didik sebagai persiapan awal dalam memasuki kegiatan pembelajaran ditahun ajaran baru agar hasil pembelajaran dapat tercapai sesuai dengan kurikulum yang telah ditentukan disatuan pendidikan.Kedua KONSEP PEMBELAJARAN TERDIFERINSIASI.
Sekolah dan guru Memastikan bahwa konsep pembelajaran yang akan dilaksanakan benar benar sesuai dengan kebutuhan peserta didik baik secara individual maupun secara universal.
A. ASESMEN FORMATIF
Merupakan asesmen diawal pembelajaran yang dilakukan oleh guru untuk mengetahui kesiapan peserta didik untuk mempelajari materi ajar dalam mencapai tujuan pembelajaran yang direncanakan,asesmen ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan guru dalam mendapatkan imformasi awal peserta didik sebagai acuan dalam merancang pembelajaran yang akan dilaksanakan bukan sebagai acuan keperluan guru dalam mengevaluasi atau penilaian hasil belajar peserta didik yang dituangkan dalam bentuk rapor hasil belajar murid.
B. ASESMEN DIAGNOSTIK
Merupakan asesmen yang dilakukan diawal pembelajaran dengan tujuan mendiagnosis kemampuan dasar peserta didik sehingga guru mengetahui kondisi awal peserta didk untuk mempelajari materi ajar dalam mencapai tujuan pembelajaran yang direncanakan ,asesmen diagnostik secara umum dilakukan dalam dua dignosa.
1. diagnosis kognitif
2. diagnosis non kognitif
1. ASESMEN DIAGNOSIS KOGNITIF.
Asesmen diagnosis kognitif adalah upaya untuk perkembangan anak pada kemampuan anak untuk ,memperoleh makna pengetahuan dari pengalaman dan impormasi. Tujuan dari asesmen diagnosis kognitif adalah untuk mengetahui capaian kemampuan kompetensi peserta didik dengan menyesuaikan pembelajaran didalam kelas dengan kemampuan kompetensi rata rata peserta didik dalam satu kelas,yang disertai dengan pemberianremedial atau pembelajran tambahan kepada peserta didik yang sesuai dengan capaian dari hasil pembelajaranya.
Langkah langkah asesmen diagnosa koknitif
a. Persiapan.
- buat jadwal pelaksanaan asesmen
- Identifikasi materi asesmen dengan penyederhanaan kompetensi dasar yang telah
tersedia oleh pemerintah dalam platform
- Susun pertanyaan sederhana yang meliputi :
. 2-3 pertanyaan sesuai kelasnya,dengan topik capaian pembelajaran baru.
. 6-9 pertanyaan dengan topik satu kelasnya
. 2-3 pertanyaan dengan topik dua kelas dibawahnya
b. Pelaksanaan
Berikan bentuk asesmen kepada semua peserta didik,dengan memberikan batasan
waktu dalam penyelesaianya.
c. Tindak lanjut
- Lakukan pengelolaan asesmen
1. Lakukan penilaian dengan kategori paham,setengah paham, tidak paham
2. Hitung rata rata capaian peserta didik
- Bagi peserta didik menjadi tiga kelompok
1. Peserta didik dengan nilai rata rata kelas akan mengikuti pembelajarandengan
alur tujuan pembelajaran yang sesuai dengan fasenya
2. Peserta didik dengan nilai dibawah rata rata mengikuti pembelajaran dengan
diberikan pendampingan pada kompetensi yang belum terpenuhi.
3. Peserta didik dengan nilai diatas rata rata mengikuti pembelajaran dan pengayaan
- Lakukan penilaian pembelajaran pada topik yang sudah diajarkan sebelum memulai
topik pembelajaran baru untuk menyesuaikan pembelajaran yang sesuai dengan
kemampuan rata rata peserta didik. dan dilanjutkan dengan pembelajaran selanjutnya
dengan berdasarkan kurikulum satuan pendidikan.
2, ASESMEN DIAGNOSIS NON KOGNITIF
Asesmen diagnosa non kognitif adalah suatu upaya guru dalam mencari imformasi peserta didik yang mencakup tentang latar belakang peserta didik seperti aktivitas, belajar dirumah dan disekolah,kondisi keluarga,gaya belajar ,bakat dan minat hingga kesejahteraan,psikologi dan emosional peserta didik.
Apa saja yang dilakukan guru dalam kegiatan asesmen non kognitif :
Langkah langkah asesmen diagnosis non kognitif
a. Persiapan.
- Siapkan alat bantu berupa gambar ekpresi emosi atau gambar lainya yang sesuai
-. buatlah pertanyaan kunci seperti :
. Apa saja kegiatanmu,kamu lakukan selama belajar dirumah.
. Hal apa yang paling menyenangkan dan paling tidak menyenangkan bagimu.
. Apa harapanmu,cita citamu,keluargamu, dll
b. Pelaksanaan
1. Berikan gambar emosi atau lainya kepada peserta didik
2. Minta peserta didik mengekspresikan perasaanya dalam belajar dengan bercerita,
membuat tulisan atau menggambar dll
c. Tindak lanjut
1. Lakukan identifikasi peserta didik dengan ekspresi emosi negatif dan ajak
berdiskusi empat mata,minta peserta didik untuk menceritakan masalahnya.
2. Hitung rata rata capaian peserta didik
- Bagi peserta didik menjadi tiga kelompok
1. Peserta didik dengan nilai rata rata kelas akan mengikuti pembelajarandengan
alur tujuan pembelajaran yang sesuai dengan fasenya
2. Menentukan tindak lanjut dari asumsi ceritanya dan mengomunikasikan dengan
peserta didik dan orang tuanya jika diperlukan.
3. Ulangi kegiatan asesmen non kognitif pada masalah lain diawal pembelajaran.
4. Buatlah catatan rekap hasil asesmen sebagai acuan atas tindakan yang akan
dilakukan dalam proses pembelajaran.
TERIMA KASIH semoga Bermanfaat
salam guru penggerak dan Salam MERDEKA BELAJAR


.png)